Aforisme
Pada hakekatnya, menulis sebuah gagasan adalah kegiatan metafisik, sebab
gagasan terkait dengan proses mental dan kognitif manusia dalam mentransformasi
ketiadaan (atau kesamaran realita) menjadi sebuah realita baru.
Setiap gagasan adalah abstraksi. Setiap abstraksi adalah draft konstruksi
realita manusia dalam memandang dan menyambut masa depannya. Siapapun yanghidupnya berorientasi pada masa depan
adalah seorang spiritualis.
Oleh karena itu, mengeksplorasi sebuah gagasan bukan sekedar soal kemampuan mengkonkritkan ide
atau hasrat, tetapi juga soal ketrampilan meramu dan mendeskripsikan imajinasi dalam
bentuk narasi, diksi dan audio-visualisasi.
Namun dalam kenyataannya, hal yang substantif ini sering kali dilemahkan
oleh sebuah momok bernama sistematika penulisan. Momok ini menjadi penghalang utama
bagi proses kreatif dalam dunia penulisan. Karya seni tulis tak seharusnya dikungkung
oleh sebuah pakem, namun lebih menarik dibiarkan menjadi liar. Dalam arti, keliaran itu dilepaskan dari pola-pola lama atau paradigma lama yang didorong oleh kejujuran niat menghasilkan kebaikan, kebenaran atau keindahan.
Kejujuran melahirkan orisinalitas dan orisinalitas melahirkan pembeda dan perspektif baru.
Khasanah peradaban manusia yang dibangun
dari generasi ke generasi sudah melahirkan ilmu pengetahuan yang holistic dan universal.
Sehingga mungkin saja beberapa tulisan dalam blog ini memiliki kesamaan substansi dan kebenaran universal, tapi
dengan perspektif dan diksi yang berbeda.
Saya percaya, diksi,
artikulasi dan sisi pandang yang berbeda dapat mempengaruhi proses pemahaman dan
respon pembacanya. Bahkan sebuah diksi bisa menciptakan perspektif dan interpretasi
baru.
Filusuf besar abad ke 18an, Nietzsche, menuliskan pikiran-pikiran filosofisnya dalam
bentuk aforisme yang tidak lazim dilakukan oleh para filusuf dijamannya.
Tapi pikiran-pikiran briliannya tidak kehilangan kedalaman maknanya. Bahkan,
teori yang ditulisnya dalam bentuk aforisme itu masih
relevan hingga saat ini dan sering menjadi rujukan bagi banyak filusuf dan
penulis ternama lainnya.
Ini hanya sekedar contoh, bahwa gagasan
yang baik, jika ditopang dengan gaya
penulisan yang indah, singkat, dalam dan padat, memiliki posisi tersendiri di hati
pembacanya. Aforisme adalah suatu ungkapan mengenai prinsip
atau suatu kebenaran yang sudah diterima umum. Aforisme biasanya berupa
suatu pernyataan ringkas, tajam, dan mudah diingat.(Part-1)