Rabu, 13 Desember 2023

Gendongan Anies Rasyid Baswedan, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo

Ketiga Capres kita tahun 2024 ini, selain punya kualitas, diferensiasi dan kompetensinya masing-masing, mereka juga punya beban gendongannya masing-masing.

Anies RB  punya beban gendongan berupa stigma politik identitas, Citra diri sebagai ahli tata kota, juga pengumbar wacana yang teoritis tetapi tidak actionable.

Prabowo Subijanto punya beban gendongan, berupa pelanggaran HAM dalam peristiwa 1998, Kepentingan bisnisnya yang mandeg gegara menjadi oposisi dan Gibran sang cawapresnya yang dicap sebagai hasil KKN dan cawe-cawe Presiden melalui piranti kekuasannya.

Ganjar Pranowo juga punya beban gendongan berupa citra PDIP yang kekiri-kiran dan Citra Megawati yang terkesan otoriter, narsist dan childist (suka memuji diri sendiri) serta memperlakukan Jokowi dan Ganjar sebagai petugas Partai.

Artinya semua Capres memiliki kaartu truff yang bisa goreng oleh lawan politik dan buzzer2nya tanpa kecuali.


 

Lantas seberapa sensitif dan relevantnya ketiga beban gendongan ketiga Capres dimata masyarakat para pemilih? Tentu bagi para simpatisan Die hard masing-masing tidak terpengaruh oleh Gendongan masing-masing Capresnya. 

Bagi pemilih golongan generasi milenial hingga Gen Z, mungkin isu -isu gendongan itu tidak relevant.kecuali para buzzer terus menerus memborbardir isu-isu itu di sosial media dan berbagai platform digital sehingga seolah-olah relevant dengan kehidupan reel para pemilih golongan milenial dan gen-z. jadi Dua pil pres terakhir dan pilpres 2024 kali ini benar-benar perang informasi dan strategi di media sosial sebagai battlefield-nya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar