Warung makan dipinggir pasar
Saya sering makan di warung dekat pasar tradisional di sekitar Tebet. Menu, lauk-pauk dan sayurnya lengkap. Dan yang asyiknya : murah !. bahkan sangat murah mengingat lokasinya Jakarta Selatan. Ibu Kota Negara yang sebentar lagi akan pindah ke IKN Pasir Menajam. Tak heran warung makan itu selalu ramai oleh pembeli atau pelanggan.
Hasil pengamatan saya, kenapa warung makan itu murah, pertama dekat dengan bahan baku/mentah, tinggal jalan kaki,sepuluh langkah, sudah sampai warung penjual sayur dan lauk pauk. Tidak ada biaya transportasi. Kedua, harga sayur maur dan lauk pauk dipasar tradisional relatif murah,.Ketiga, si pemilik warung makan hampir kenal dengan semua penjual di pasar tradisional karena sudah bertahun2 berjualan di situ, jadi bisa dapat harga yang spesial lagi. Keempat. Dipasar tradisional banyak limbah sayur yang terbuang atau tercecer tetapi kondisi masih layak untuk dimasak.
Dari empat variabel tersebut, sudah tergambar betapa efisiennya warung makan itu menyiapkan makanan lauk pauk dan sayur mayur. Ditambah dengan pelanggan yang tetap captive market di sekitar itu, menjamin permintaan yang kontinyu dan permanen, mencipyakan profit yang ajeg,
Adakah bisnis lain yang bisa beroperasi seperti layaknya warung makan di pinggir pasar tradisional itu? dengan keunggulan kompetisi yang kokoh dari keempat variable itu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar