Minggu, 30 Juni 2024

ADA WAKTUNYA

Ada dua hal yang perlu disadari dalam menyikapi uang.

Pertama, kita harus produktif dan bekerja keras untuk mengumpulkan uang sebagai hal yang wajib dilakuka, Kita harus punya tabungan. baik untuk memenuhi kebutuhan hidup, maupun untuk  kesenangan hidup, Pada tahap mengumpulkan uang atau menabung, kita harus berdisiplin dan konsitem. Hal ini mungkin akan berdampak pada penyesuaian dan pengetatan hidup agar tidak terlalu boros, inefisien, mubazir dan foya2 untuk ego dan pengakuan diri

Kedua, ketika kita harus mengeluarkan uang, terutama pengeluaran yang besar dan sangat berarti dalam episode kehidupan kita, selain untuk memenuhi kebutuhan pokok dan sandang, tentu SUDAH WAKTUNYA kita harus rela menggunakan sebagian tabungan kita untuk membeli papan / rumah dan transportasi / mobil/motor. Untuk jenis pengeluaran2 ini jangan pelit, tapi tetap penuh perhitungandengan  skala prioritas.

Satu lagi episode kehidupan kita di mana kita harus mengeluarkan uang tabungan untuk hal yang sangat penting bagi kehidupan kita sebagai orang tua. yaitu menikahkan anak. Sebisa mungkin kita penuhi. Inilah waktu yang tepat untuk mengeluarkan uang untuk hal yang fundamental. termasuk untuk ibadah dan membahagiakan pasangan hidup. Tidak perlu merasa eman-eman atau perhitungan. Karen semua yang kita tabung adalah untuk kebutuhan fundamental sebagai orang tua dan suami. Tujuan utama orang tuan adalah membahagiakan dan menghantarkan anak-anak sampai mandiri dan berkeluarga dan mandiri. Jangan sayang2 dgn tabungan. karena kebahagiaan dari jenis ini nilainya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan uang atau materi.

Semua ada waktunya. Saat menabung. lakukanlah dengan disiplin. Pada saat menggunakan uang, lakukanlah dengan ikhlas dan gembira. Karena inilah moment yang paling berharga dan mulia bagi  kehidupan kita. Jangan menggenggamnya kuat2 sampai lupa mengeluarkannya dan lupa kalau uang tidak dibawa mati. 




Sabtu, 29 Juni 2024

Warung Makan di pinggir pasar tradisional

 Warung makan dipinggir pasar 

Saya sering makan di warung dekat pasar tradisional di sekitar Tebet. Menu, lauk-pauk dan sayurnya lengkap. Dan yang asyiknya : murah !. bahkan sangat murah mengingat lokasinya Jakarta Selatan. Ibu Kota Negara yang sebentar lagi akan pindah ke IKN Pasir Menajam. Tak heran warung makan itu selalu ramai oleh pembeli atau pelanggan.

Hasil pengamatan saya, kenapa warung makan itu murah, pertama dekat dengan bahan baku/mentah, tinggal jalan kaki,sepuluh langkah, sudah sampai warung penjual sayur dan lauk pauk. Tidak ada biaya transportasi. Kedua, harga sayur maur dan lauk pauk dipasar tradisional relatif murah,.Ketiga, si pemilik warung makan hampir kenal dengan semua penjual di pasar tradisional karena sudah bertahun2 berjualan di situ, jadi bisa dapat harga yang spesial lagi. Keempat. Dipasar tradisional banyak limbah sayur yang terbuang atau tercecer tetapi kondisi masih layak untuk dimasak. 

Dari empat variabel tersebut, sudah tergambar betapa efisiennya warung makan itu menyiapkan makanan lauk pauk dan sayur mayur. Ditambah dengan pelanggan yang tetap captive market di sekitar itu, menjamin permintaan yang kontinyu dan permanen, mencipyakan profit yang ajeg,

Adakah bisnis lain yang bisa beroperasi seperti layaknya warung makan di pinggir pasar tradisional itu? dengan keunggulan kompetisi yang kokoh dari keempat variable itu?

Selasa, 25 Juni 2024

Agama dan Peradaban

Apakah agama bagian dari peradaban manusia?
atau
agama beyond (terpisah dari) peradaban manusia (karena  dianggap bersifat transenden)?

Peradaban adalah hasil akal budi manusia di semua aspek kehidupan manusia, antara lain : karya  seni budaya, sosial, teknologi, ilmu pengetahuan, hukum, moral, etika, estetika adat istiadat dll. 

Agama ? Anda menempatkannya di mana?

Yang diciptakan manusia adalah Lembaga Agama dan sarana menjalankan perintah agama. 
Agama yang terlembagakan ini seringkali memiliki ekses dinamis dan dramatis, antara lain, perdebatan,  konflik, perpecahan dan lain-lain. Melembagakan agama bisa menjerumuskan umatnya kedalam pendangkalan dan sekularisasi nilai2 agama itu sendiri.

Agama mesti diperluas spektrumnya jadi spiritualitas yaitu kebutuhan dasar manusia yang  tidak/belum memahami rahasia semesta yg maha dahsyat dan belum terkuak oleh sain hingga saat ini.

Bagi saya Spiritualitas adalah teknologi jiwa manusia untuk tetap survive dgn cara yg berbeda2. maka lahirlah peradaban yg terus tumbuh dinamis. Pendapat ini bisa salah dan bisa saya ubah setiap saat manakala menemukan ilmu dan pemahaman terhadap hal baru.  khawatir terjebak dgn sikap memberhalakan pikiran atau tafsir sendiri tanpa disadari.

Citra Diri yang dilukis oleh sahabat

Setiap sahabat atau orang di lingkungan kita melukis citra diri kita dengan menggunakan tiga jenis tinta, yaitu ucapan, pikiran dan tindakan kita. Saat kita melihat lukisan-lukisan itu, kita seperti sedang bercermin dari berbagai Point Of View.

Pada tahap akhir, mereka akan  memvalidasi keselarasan antara ucapan, pikiran dan tindakan kita sebagai finishing touch lukisan jati diri kita.



Minggu, 16 Juni 2024

Apakah manusia merupakan virus bagi kehidupan lain?

 

Materi dan Metabolisme tubuh manusia adalah sasaran empuk bagi virus atau bakteri, sebab, sebagai makhluk hidup, virus akan selalu mencari habitat yang menjamin ketersediaan sumber energi demi kelangsungan hidup koloninya.

 

Tapi bagi manusia, kehendak dan daya hidup virus itu merupakan anasir yang berbahaya bagi kelangsungan hidup koloni manusia.

 

Begitu juga halnya dengan tabiat manusia terhadap alam. Obsesi manusia yang tak terbatas seringkali merusak ekosistem alam.

 


 


Masalah dan peluang

Masalah dan peluang memiliki persamaan dan perbedaan :

Persamaannya adalah keduanya sama-sama merangsang jiwa untuk  menggeliat.

Sedangkan perbedaannya adalah Masalah cenderung menimbulkan keresahan                 dan menjadi beban penderitaan.

Sementara “Peluang” berpotensi  merangsang kreativitas  dan menjanjikan harapan.

                   Jika kata “masalah” kita hapus dalam memori pikiran kita, rasanya tidak akan merusak                               sistem  kognisi kita.

Jadi, hapus saja!.


 

Virus bisa mengambil alih kuasa hidup sang korban

                    Dalam kehidupan masyarakat, seperti halnya dalam tubuh manusia yang bisa diserang oleh                        virus, komunitas manusia juga rentan terhadap serangan yang bisa mengambil alih kekuasaan                     hidup mereka.

Setiap komunitas memiliki keunikan dalam menghasilkan zat antibodi untuk melawan virus-virus yang berusaha menyusup dan mengancam eksistensi mereka.

Zat antibodi dalam konteks komunitas bisa berupa norma, keyakinan, adat istiadat, dan nilai-nilai budaya lokal. Komunitas menggunakan segala hal ini untuk mempertahankan identitas dan keberlangsungan kehidupan bersama.

Sedangkan virus yang mencoba mengambil alih kekuasaan hidup komunitas bisa berasal dari berbagai hal seperti ilmu pengetahuan, ideologi, isme, dan agama yang datang dari luar komunitas.

Tentu saja, ada virus-virus yang paling ganas dan sulit dibendung oleh zat antibodi sebuah komunitas. Ilmu pengetahuan, demokrasi, dan moral kemanusiaan adalah contoh dari virus-virus tersebut. Ketiga hal ini bisa membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat dan kadang sulit dihadapi dan ditangkal oleh zat antibodi yang ada.

Saat ini, virus-virus tersebut sudah menguasai dan menjadi bagian integral dan menjadi konvensi semua komunitas di dunia. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya bagi setiap komunitas untuk terus memperkuat zat antibodi mereka agar bisa melawan serangan-serangan yang datang dari luar.

Dalam menghadapi virus-virus tersebut, komunitas perlu memiliki pikiran terbuka dan bersatu untuk menciptakan kekebalan kolektif yang kuat.

Dengan saling mendukung dan menghormati keberagaman, komunitas bisa menjadi lebih tangguh dalam menghadapi segala bentuk ancaman yang datang.

Maka dari itu, penting bagi setiap individu dalam komunitas untuk memahami peran dan tanggung jawab mereka dalam mempertahankan eksistensi komunitas.

Dengan memperkuat zat antibodi komunitas, kita bisa melindungi nilai-nilai luhur serta keberlangsungan kehidupan bersama.

Jadi, mari kita bersama-sama membangun kekebalan komunitas dan melawan virus-virus nilai yang berbahaya dan kontra produktif yang berpotensi mengancam kehidupan bersama.