Jumat, 27 September 2024

MANUSIA DAN POPULASI KUCING

Setiap pagi saya melihat seorang bapak tua membersihkan tai kucing di aspal depan rumahnya dengan air hangat untuk mengalirkannya ke selokan. Ya, setiap hari....dengan tai-tai kucing yang masih segar dan harum semerbak. 

Di sisi lain ada seorang paruh baya berkeliling menggunakan sepeda kayuh dengan tas yang penuh dengan makanan kucing.  Sepertinya dia seorang cat lover atau voluntir yang terpanggil secara kemanusiaan memberikan makan kepada kucing-kucing liar.

Di jalan raya, gang-gang kecil dan Taman Eco Park Tebet memang menjadi habitan kucing liar dengan populasi yang besar dan terus berkembang. Mereka bisa hidup dan berkembang karena ada orang-orang yang peduli dan setiap hari memberi makan tanpa merawatnya dengan layak di rumah atau di penangkaran. 

Artinya setelah memberi makan, mereka membiarkan kucing-kucing itu hidup seadanya tanpa perlindungan dan perawatan yang memadai. Tentu saja hal ini mempengaruhi kualitas kesehtan kucing-kucing liar yang kurang prima. 

Kenapa populasi kucing begitu tak terkendali? Apakah ini terkait dengan suata pandangan  atau belief bahwa kucing adalah binatang sakral sehingga harus dibiarkan hidup bebas tanpa diganggu populasinya? Atau karena alasan prikebitangan yang harus menjaga hak hidup yang sama dengan manusia atau mahluk lain? Atau karena adanya asosialsi cat lover yang selalu memberikan perlindungan hukum terhadap kucing-kucing liar itu jika diusik kebebasan hidupnya?

Dunia dan setiap negara memiliki program menjaga populasi manusia agar tetap terkendali demi menjaga keseimbangan dengan alam dan kehidupan yang lebih nyaman, damai dan sejahtera. Di Indonesia, pernah ada program Keluarga Berencana, dengan berbagai metoda antara lain, kontrasepsi, sterilisasi vasektomi dan lain. Intinya Kelahiran harus dibatasi dan dikontrol. Bahkan sekarang berkembang gaya hidup baru yang lebih ekstrim seperti, tidak ingin menikah atau menikah tapi tidak ingin punya anak (Childfree). Terlepas setuju atau tidak setuju

Jika kepada manusia kita bisa besikap rasional seperti tersbut di atas, kenapa terhadap kucing kita  tidak atau belum melakukan hal yang sama? Yaitu mengatur populasi kucing agar kualitas hidupnya meningkat dan tidak menjadi hama bagi manusia. Apakah Kucing lebih mulia dibandingkan dengan manusia ? Mungkin masalah ini belum dianggap darurat atau kita semua belum "ngeh" terhadap bahaya yang tampak di depan mata ?


 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar