Dalam suatu kejadian di pinggir jalan, terlihat seorang pria tiba-tiba menghajar secara brutal seorang pria lain yang sedang berboncengan dengan wanita lain di aas sepeda motor.
Orang-orang di sekitar kejadian itu secara spontan membantu kedua korban tersebut dan mengeroyok balik pria yang bersikap serampangan dan main hakim sendiri itu. Orang-orang yang menonton di sekitar kejadian itu merasa bersimpati dan berempati kepada kedua korban pemukulan. Sebaliknya mencaci maki berhamburan titujukan kepada pelaku. Pengeroyokan yang dilakukan oleh masa sebagai balasan setimpal bagi pelaku.
Setelah diberi kesempatan berbicara, pelaku pemukulan yang sudah babak belur itu bercerita sambil menahan rasa sakit, bahwa yang dia hajar adalah istrinya dan selingkuhan istrinyanya.
Rasa simpati dan empati itu tiba-tiba berubah 180 drajad,dan caci maki serta merta berbalik arah tertuju kepada wanita dan selingkuhannya.
Begitu cepat rasa simpati dan empati manusia berbalik arah ketika konfirmasi dan fakta kebenaran terkuak.Itulah harga sebuah konfirmasi dan tabayun.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar