Jumat, 26 Juli 2024

Hamba

Saya sepakat dengan Gus Baha yang mengatakan bahwa status tertinggi manusia adalah sifat Kehambaannya. Saya memiliki alasan dan pertimbangan pribadi seperti ini.

Manusia tidak bisa mengendalikan sesuatu yangg bahkan melekat di dalam dirinya sendiri seperti metabolisme tubuh (apalagi misteri semesta yang berlapis-lapis). Bukan pikiran dan jiwa manusia yg menggerakan jantung, paru-paru serta  milyaran sel tubuh manusia yang hidup dengan hukumnya sendiri tanpa kendali pikiran manusia. Teknologi dan ilmu pengetahuan manusia hanya bisa memelihara dan memperbaikinya.

Hakekatnya, manusia adalah budak dari daya hidup milyaran sel yang butuh asupan makan dan minum. Jika tidak dipenuhi maka sel2 yang rakus akan energi itu memerintahkan atau memancarkan alert ke otak dan emosi / ego manusia utk mencarikan makan dan minum untuk memenuhi kebutuhan sang daya hidup (elan vital).

Dari situlah drama kehidupan manusia terjadi. Manusia berebut dan bersaing dgn manusia lain untuk menguasai sumber energi. maka manusia membutuhkan  konvensi etika dan mora serta soft skill dan hard skill (seperti ilmu komunikasi, management, matematika, akuntansi, ekonomi, politik dll).

Bahkan manusia sebenarnya tidak memiliki free will atau kehendak bebas  yg sejjati, ruang kebebasannya terbatas pada sifat kehambaan dan budak dari hukum alam (Tuhan)

Jadi kita adalah "BUDAK" dari daya dan mekanisme hidup sel tubuh. Itulah sifat kehambaan manusia. kesadaran seperti itu adalah status tertinggi dari manusia.

Satu2nya kekuatan dan penyegaran jiwa manusia dalam "melawan" hukum alam adalah IMAJINASI. Maka peliharalah karena Dari situ segala ilmu dan seni dilahirkan.

3 Tingkatan Seorang Hamba Allah SWT - Islampos


Tidak ada komentar:

Posting Komentar