Karena keabadian adalah hak prerogatif Tuhan, maka manusia harus ikhlas menjadi mahluk sementara.
Sebagai mahluk sementara, manusia memandang keabadian hal yang sangat mengerikan.
Untuk itu manusia harus merubah paradigmanya dalam memahami dan menghayati hakekat kehadirannya di dunia. Manusia adalah potongan-potongan peristiwa dan episode. Maka manusia harus mencintai dan memanfaatkan kesementaraannya dengan baik dan kreatif. Dari kesementaraan menuju keabadian membutuhkan sekuel cerita dan sumbangish manusia.
Maka, jika engkau merindu dalam keabadian, maka sepanjang hidup engkau akan sekarat dicekik janji perjumpaan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar