Minggu, 30 Juli 2023

Kucing-kucing Kota

 Kucing-kucing kota

Kucing-kucing kota semakin liar karena tak lagi bisa menutupi tainya dengan pasir atau tanah. Kuku-kuku mereka telah tumpul dan terluka akibat mengorek-ngorek aspal, trotoar, pavingblock dan keramik yang menutupi megahnya lantai kota.

Kucing kucing liar tak mengenal pasir sintetis yang harum. Lalu berak disembarang tempat dan menyerang rongga hidung warga kota para penguasa mata rantai tertinggi makanan.

Lalu manusia terjebak dalam dilemma ledakan populasinya kucing-kucing liar. Undang-undang, kitab suci dan nilai universal membimbing pikiran dan hati manusia mengasihi kucing dan binatang peliharaan lain.  Menganggap mereka sebagai hama adalah sebuah kejahatan.

 


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar