Minggu, 30 Juli 2023

Pesan untuk Pemuja Embun

 PESAN UNTUK PEMUJA EMBUN

 Engkau begitu memuja embun karena embun mewakili kejernihan, kesejukan, dan kisah puitis. Sementara aku memilih tetap menghormati air kencing yang membawa sampah nutrisi keluar dari metabolisme tubuh. Apakah karena air kencing bau pesing dan menjijikkan lantas engkau abai ?

 

Sadarilah bahwa embun berasal dari segala sumber, yaitu air laut, air sungai, air comberan, air kencing, bahkan air tinja yang tersuling oleh terik matahari. Engkau mungkin mengira embun diciptakan hanya oleh fajar. Engkau keliru. Proses penciptaan embun dimulai oleh siang saat matahari memaksa air bertransformasi menjadi uap dan bersemayam dalam udara, lalu mengelana ke negeri malam bersama unsur-unsur kehidupan lain. Ketika pelan-pelan sang fajar menyingsing, udara basah langsung mengeksekusinya dengan proses kondensasi, perubahan wujud gas menjadi cair. Lalu, pantaskah engkau menafikan siang hanya karena memberimu terik? Dan senyum ramahmu hanya untuk sang fajar sebagai eksekutor akhir terbentuknya embun dengan segala keromantisannya?

Bahkan engkau masih percaya bahwa embun turun dari langit seperti diceritakan dalam mitologi Yunani, bahwa embun dijatuhkan seperti hujan oleh Eos, Dewi Fajar. Embun bukanlah pemberian atau hadiah yang diberikan langit kepada bumi dalam bentuk barang jadi dan tidak melalui proses yang menguras emosi dan drama tragedi. Pahamilah, embun tidak jatuh dari langit, tetapi dibuat di permukaan bumi untuk mengabulkan doa dedaunan, puspa, buah-buahan, dan burung yang ingin menghias hari dengan kesejukan, meski untuk itu embun harus melewati kepedihan. Tetaplah memuja embun sambil mengapresiasi seluruh kru yang bekerja dalam menciptakan embun.

Wahai pemuja embun, coba engkau mulai bersimpati pada air kencing. Urine yang selama ini engkau pandang hina dan menjijikkan itu sebenarnya khazanah informasi dan data penting tentang kesehatanmu. Di balik warna, bau, dan zat yang terkandung pada urine menjadi petunjuk penting bagi dokter saat melakukan diagnosis. Air seni itu merekam semua tabiatmu dalam memperlakukan lidah. Pengelolaan nafsu dalam mengonsumsi makanan dan minuman tercatat secara objektif pada air senimu.

Selama ratusan tahun, urine atau air seni telah menjadi salah satu cara dokter melihat kondisi kesehatan pasien. Perubahan dalam warna, bau, dan konsistensi urine dapat memberikan petunjuk penting tentang kondisi tubuh. “Dari pandangan sejarah, urinalisis (analisis urine) adalah salah satu cara alami untuk mengetahui apa yang terjadi dalam tubuh karena banyak zat-zat yang beredar dalam tubuh, termasuk bakteri, ragi, kelebihan protein dan gula, dan akhirnya masuk ke dalam urine,” kata Tomas Griebling, MD, MPH, wakil ketua departemen urologi di University of Kansas seperti dilansir WebMD, Selasa (27/12/2011).

Lebih jauh, Anthony Smith, MD, profesor dan kepala urologi di University of New Mexico mengungkapkan, “Urine terutama berfungsi untuk menyingkirkan racun atau hal-hal lain yang akan menumpuk dalam tubuh dan berakibat buruk bagi tubuh.”

Ketika urine berubah warna atau ada bau aneh yang menyertai, bisa jadi ada sesuatu yang berbahaya di baliknya. Mungkin menu makan malam atau bisa juga pertanda kondisi yang lebih serius seperti infeksi atau kanker.

Wahai pemuja embun, tetaplah menikmati embun untuk merawat Kesehatan batinmu, tetapi jangan lupa merawat juga kesehatan fisikmu melalui perlakuan yang tepat kepada air kencingmu sendiri. Ritual menghormatinya seperti ini dilansir dari Detikhealth sebagai berikut:

1.      Membuang air kecil secara teratur pada tempatnya. Untuk menghindari terlalu banyak pergi kamar kecil, pastikan tubuh tetap terhidrasi, tetapi tidak berlebihan.

2.      Minumlah setiap kali haus, tetapi tidak harus mematuhi rekomendasi delapan gelas sehari kecuali jika memiliki batu ginjal atau batu kandung kemih karena perlu meningkatkan asupan cairan.

3.      Jika bangun pada malam hari untuk membuang air kecil, berhentilah minum sejak 3-4 jam menjelang tidur.

4.      Batasi konsumsi kafein sebab dapat mengiritasi lapisan kandung kemih.

5.      Perhatikan asupan alkohol sebab dapat memiliki efek yang sama.

6.      Begitu merasakan dorongan untuk buang air kecil, segera pergi ke kamar kecil.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar