KOLASE GURUN
Wahai hujan, engkau maha pengasih atau pilih kasih? Aku adalah wilayah yang tak pernah kau guyur. Apakah aku tak punya gravitasi atas curahmu ? atau gunung-gunung yang menghalangimu membawa bulir-bulir air masuk ke dalam pori-pori jiwaku? Aku tak mungkin mengutuk matahari sebab dia telah berbuat adil pada semua wilayah. Aku hanya berharap pada bumi dan sang waktu, kapan menggeser posisiku?
Gurun adalah hutan yang musnah dan hutan adalah gurun yang mulai tumbuh. Sebenarnya ada wilayah yang merasakan kegundahan yang sama seperti gurun, tetapi dalam bentuk yang kontras dan ekstrem, yaitu kutub. Mereka sama-sama memiliki iklim tunggal dan cerita-cerita kesunyian tentang hikayat dunia dan peradabannya.
Gurun tak pernah menolak hujan. Gravitasi juga tak menyalahkan awan yang lama ingin membasuhku sementara angin telah adil berembus ke segala penjuru. Gurun hanya bertanya pada bumi, kapan rotasimu mendudukkan lagi posisiku pada wilayah tropis atau subtropis, tempat mendung bisa menggantung di angkasa dan hujan bersahut-sahutan dengan petir dan halilintar? Kapan tiba masanya tanahku digenangi air, ditumbuhi berbagai jenis pohon tropis, dan suara-suara katak dan serangga, ikan, mamalia, dan satwa lain tinggal di tanahku? Gurun ingin agar lekukan-lekukan tanahku dialiri air agar gurun bisa berkomunikasi langsung dengan laut?
Engkau tahu, biliunan bulir-bulir pasir di tubuhku membuat seluruh hayati tersiksa karena tak ada yang disantap. Angin sering memindahkan gunung-gunung dari satu tempat ke tempat lain lewat badai pasir yang mahadahsyat. Tak ada akar tunjang dan serabut yang menahannya. Tak ada batang dan dedauanan memayungi tanahku dari jilatan matahari. Tubuhku terpanggang menciptakan fatamorgana, satu-satunya pertunjukan teatrikal yang menawarkan mayapada dan kenisbian. Namun, mungkin ini cukup menghibur bagi jiwa-jiwa sekarat yang teramat merindukan air.
Bayangkanlah, luasku sepertiga permukaan bumi dengan curah hujan yang sangat rendah (<25 cm/tahun), beriklim arid (kering). Gurun sadar bahwa pola angin yang menentukan apakah membawa uap air yang berasal dari lautan. Coba perhatikan sisi barat dan sisi timur dalam sebuah benua. Tempat-tempat yang berada di sisi timur relatif lebih basah ketimbang sisi barat. Sisi barat akan memiliki daerah-daerah yang sering dilewati oleh angin “basah”. Angin yang membawa uap air terpengaruh oleh perputaran bumi yang disebut efek “Coriolis”. Mereka menyebutnya daerah bayang-bayang hujan akibat adanya bukit yang menghadap ke laut akan lebih sering mendapat hujan, sedangkan lereng bukit di sebaliknya akan mendapatkan angin kering.
Menurut [D2] hikayat, gurun adalah gambaran suasana neraka yang menyiksa dan membakar tubuh dari dosa-dosa kufur nikmat, sementara tanah tropis dan subtropis merupakan gambaran surga yang memiliki kekayaan hayati dengan segala keindahannya karena semua makhluk hidup sangat adaptif. Seperti juga perusahaan-perusahaan tua yang masih terus eksis, maka makhluk hidup terus menciptakan spesies dan varian karena perbedaan dan berubahan iklim, tetapi seekstrem-ekstremnya iklimku, gurun masih memiliki penghuni khas yang setia dan tahan dengan kondisiku. Pada dunia tumbuhan, ada kurma, kaktus, dan beberapa jenis palem, serta rumput liar. Pada dunia satwa, ada unta, beberapa jenis serangga, ular, tikus, dan beberapa jenis burung tertentu. Punuk unta sebenarnya menyimpan cerita perjuangan yang panjang untuk bertahan dan menghargai daya hidup. Tanyalah juga pada serangga, kaktus, dan kurma, bagaimana mereka memanfaatkan gundukan pasir tetap eksis dalam mata rantai makanan yang juga bergurun di sini.
Kemewahan
yang gurun miliki adalah oase. Itu pun hanya sedikit. Oase adalah air yang
kesasar terjebak di antara gundukan pasir dan tanah, dia dibentuk oleh sungai bawah tanah atau
gurunifer [D3] di mana air dapat mencapai
permukaan melalui tekanan alamiah atau karena sengaja dibuat oleh manusia. Kadang
dipelihara oleh hujan atau badai yang sering datang sesaat menjadi penyuplai
air baru. Lapisan bawah yang tersusun atas batuan tidak berpori menyebabkan air
terjebak dalam suatu kantung atau penyimpanan bawah tanah. Keberadaan oase sebagai pertanda bahwa ada sebuah
harapan di tengah lautan cobaan yang terbentang luas, mengundang burung-burung
yang bermigrasi mampir sejenak dan kemudian menjatuhkan bibit-bibit berbagai pohon
hingga membuat oase menjadi tambah hijau. Bagi musafir , oase seperti obat yang
bisa menyembuhkan dehidrasi setelah menempuh perjalanan panjang.
Gurun hanya memiliki musim tunggal, sementara wilayah tropis memiliki dua musim dan subtropis memiliki multiiklim. Setiap musim memiliki ceritanya sendiri-sendiri. Semakin banyak iklim yang dimiliki, semakin beragam kisah melahirkan puisi, prosa, drama, pantun, dongeng, dan hikayat. Sementara iklim tunggal hanya bertutur tentang drama tragedi. Tokoh-tokoh roman dalam multiiklim memiliki banyak karakter dan variasi, sedangkan pada iklim tunggal yang muncul adalah dua karakter ekstrem: protagonis dan antagonis.
Namun, gurun tak perlu gusar karena semesta telah berbisik, “Poros bumi terus bergerak dan menggeser pelan-pelan posisi semua permukaan. Aku ingin perubahan dan pertukaran iklim terjadi secara gradual agar tidak terjadi “kiamat” yang memorakporandakan tatanan kehidupan. Memberikan kesempatan semua makhluk untuk beradaptasi secara evolusif sehingga semua makhluk punya waktu menciptakan teknologi yang canggih untuk mempersiapkan pergantian ‘nasib’, terutama bagi homo sapiens. Bersabarlah”.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar