Minggu, 30 Juli 2023

Plastik yang durhaka

 PLASTIK YANG DURHAKA

 “Aku menciptakanmu dari unsur yang seluruhnya disediakan oleh alam.  Aku ingin engkau menjadi sosok ekslusif yang tak bisa lebur dan menyatu kembali denga asal usulmu. Jadilah sosok baru yang teguh, seperti alien, di lingkunganmu sendiri. Engkau telah aku lengkapi dengan formula yang membuat mikroorganisme tak bisa menguraimu menjadi sedia kala.”

Sejak saat itulah plastik menjadi sosok yang angkuh. Dia ingin abadi di tengah-tengah seluruh unsur bumi bisa mengurai, melebur, dan bertransformasi mengikuti hukum kekekalan energi. Plastik membangkang hukum itu! Plastik menjadi lambang sebuah penolakan yang paling pongah . Dia bukan saja lupa kacang akan kulitnya, tetapi juga lupa akan pohonnya sendiri. Tabiat yang mungkin tak pernah terlintas di benak manusia paling berengsek sekalipun.

Memang plastik lahir dari sikap ambigu manusia. Dia diciptakan dari unsur bumi, tetapi dia juga yang berpotensi mengingkari bumi. Dia dihadirkan untuk mempermudah kehidupan manusia, tetapi dia pula yang akan membuat hidup manusia dan sahabat-sahabat alamnya jadi sulit. Kenapa plastik menjadi seperti anak durhaka kepada alam dengan melanggar kaidah transformasi energi dan merusak ekosistem kehidupan?

Manusia memang ditakdirkan untuk selalu terjebak dalam paradoks. Plastik awalnya diciptakan untuk mengurangi penggunaan bahan baku dari alam untuk pembuatan berbagai peralatan dan kebutuhan sehari-hari. Manusia ingin menduplikasi fungsi-fungsi alat yang lebih murah dan awat dan ringan dan tidak mudah rusak digerus waktu udara dan hujan. Maka, terjadilah sosok angkuh bernama plastik ini. Setelah itu industrialisasi barang-barang imitasi yang menggunakan bahan baku dari plastik mengalami lonjakan secara massal.

Plastik adalah karma bagi manusia dan seluruh makhluk di muka bumi. Manusia yang menciptakannya, manusia juga yang akhirnya menuai risikonya. Bahkan seluruh penghuni bumi. Tidak hanya itu, plastik melahirkan budaya imitasi dan mendesak karya-karya orisinal yang menjunjung tinggi kejujuran dan jadi diri terpinggirkan. Seluruh bagian tubuh bisa diimitasi dengan operasi plastik. Semua alat kerja manusia bisa dibuat dari unsur plastik. Plastik bertebaran di setiap sudut ruang kehidupan kita.

Dalam sejarah peradapan manusia, mungkin karya manusia yang paling bodoh dan konyol adalah plastik. Maka, kebodohan ini jangan diteruskan. Mulailah menggunakan dan memproduksi apa pun dengan memenuhi 3R—reduce, recycle, reuse seperti yang dijelaskan dalam website Annisa Nur Farida pada https://www.kompasiana.com/annisa.tekkimits.[D3] 

Contoh kegiatan reduce sehari-hari: (a) Memilih produk dengan kemasan yang dapat didaur ulang, (b) Menghindari memakai dan membeli produk yang menghasilkan sampah dalam jumlah besar, (c) Menggunakan produk yang dapat diisi ulang (refill), misalnya alat tulis yang bisa diisi ulang, (d) Mengurangi penggunaan bahan sekali pakai, menggunakan e-mail (surat elektronik) untuk berkirim surat.

Contoh kegiatan reuse sehari-hari: (a) Memilih wadah, kantung, atau benda yang dapat digunakan beberapa kali atau berulang-ulang. Misalnya, menggunakan saputangan daripada tisu, (b) Menggunakan tas belanja dari kain daripada menggunakan kantung plastik, (c) Menggunakan alat-alat penyimpan elektronik yang dapat dihapus dan ditulis kembali, (d) Menggunakan sisi kertas yang masih kosong untuk menulis.

Contoh kegiatan recycle sehari-hari: (a) Memilih produk dan kemasan yang dapat didaur ulang dan mudah terurai, (b) Mengolah sampah kertas menjadi kertas atau karton, (c) Melakukan pengolahan sampah organik menjadi kompos, (d) Melakukan pengolahan sampah nonorganik menjadi barang yang bermanfaat dan bahkan memiliki nilai jual.



 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar