LUMUT, KEINDAHAN YANG DISEMBUNYI SUNYI
Saat manusia membersihkan lingkungannya dari lumut, pada hakikatnya sedang melakukan pembantaian terhadap hak tumbuh sebuah koloni yang membantu memelihari ekosistem alam.
Lumut adalah gulma dan tanda kemalasan ketika tumbuh di habitat manusia. Mungkin ini kesombongan manusia sebagai yang menduduki posisi teratas dalam rantai makanan kehidupan. Manusia menganggap tumbuh suburnya koloni lumut sebagai tanda hilangnya perhatian dan perawatan lingkungan. Pemiliki rumah atau lingkungannya kerap dianggap pemalas atau tidak peduli. Bahkan ada yang merasa jijik dan takut karena biasanya ia tumbuh di tempat yang lembap, basah, dan jarang dikunjungi manusia. Kata lumut bahkan menjadi umpatan atau kata sifat untuk merendahkan, seperti “Wah, barangmu sudah lumutan” atau “Citramu telah lama berlumut di hatiku”, dan lain sebagainya.
Ketika manusia/kita membersihkan lumut di tembok, pekarangan, halaman, bak penampungan, atau kolam apa pun, Anda sedang merusak habitan dari jutaan makhluk mikroba. Persepsi itu muncul jika lumut tumbuh di habitat manusia, terutama manusia modern yang ingin lingkungannya serba kinclong. Sebagian besar manusia kota menganggap lumut adalah kotoran yang merusak keindahan sehingga harus dibuang dan diberi racun agar tak tumbuh lagi.
Masuklah menjadi bagian dari kehidupan lumut dengan kacamata manusia sebagai bagian dari lingkungan hidup. Datang ke hutan atau taman kota yang banyak ditumbuhi lumut, baik secara alami maupun hasil budidaya manusia. Tumbuhnya lumut menunjukkan kesuburan tanah dan kesempurnaan ekosistem. Suatu tempat yang ditumbuhi lumut menggambarkan kehidupan yang seimbang, sejuk, dan tenang. Lumut adalah sebuah koloni karena hidupnya berkelompok. Oleh karena itu, koloni lumut bisa dibilang hutan yang kaya dan subur akan mikroorganisme. Dia menyimpan hara yang dibutuhkan oleh kehidupan. Lumut hanya tumbuh di daerah yang lembap yang tidak pernah dijamah oleh manusia dan sinar matahari yang redup karena dipayungi dedaunan yang rimbun dari pohon-pohon besar. Suatu wilayah yang tenteram, hening, dan tenang. Dalam keheningan itu, lumut menyimpan hara serta klorofil yang kaya untuk menghasilkan oksigen. Lumut berkoloni dan menyimpan air. Seperti manusia, jika ingin kesinambungan hidup, maka harus berkumpul dan bersatu agar saling menguatkan dan saling melindungi logistik kehidupan bagi komunitasnya.
Lumut, yang dalam bahasa Latin bernama Bryophyta, adalah tumbuhan yang tidak memiliki akar dan daun sejati, tetapi bisa menyerap hara serta melakukan fotosintesis. Lumut bukanlah parasit yang numpang hidup dari kerja keras pihak lain. Dia tumbuh di tempat-tempat yang lembap. Kehidupannya sering dianggap liar. Warna hijaunya yang ranum dan lembut bisa memberikan efek ketenangan jiwa bagi yang memandangnya. Lumut juga memiliki peran dalam ekosistem sebagai penyedia oksigen dan penyimpan air karena sel-selnya bekerja sama membentuk dan berfungsi seperti spons, melalui proses imbibisi, Air masuk secara imbibisi, yaitu penyerapan air ke dalam rongga jaringan melalui pori-pori secara pasif, terutama karena daya serap senyawa polisakarida, seperti hemiselulosa, pati, dan selulosa.
Strategi menjaga survival komunitasnya unik. Ini adalah cara adaptif. Suatu perubahan yang terjadi pada makhluk hidup di dalam menyiasati kehidupan, yang mana terjadi dua cara reproduksi di dalam siklus hidupnya. Dua cara reproduksi tersebut ialah secara kawin (seksual) serta aseksual (tidak kawin) seperti halnya membentuk spora. Lumut mengalami pergantian generasi dari aseksual menjadi seksual atau sebaliknya, atau pergiliran daur hidup generasi yang bereproduksi secara aseksual (tidak kawin) dan generasi yang bereproduksi secara seksual (metagenesis).
Permukaan luar lumut yang dilapisi zal lilin untuk menahan masuk air dan mengurangi penguapan, zat itu pula yang membuat lumut seperti hijau bercahaya, seperti komestik bagi dirinya. Karena semua yang bercahaya akan mengundang kegembiraan dan kesenangan.
Karena bisa melakukan ritual fotosintesis yang akan menghasilkan zat hijau daun dan oksigen, lumut juga sebagai organisme multiseluler, memungkinkan keindahannya dapat dilihat dan dinikmati dengan mata telanjang. Jika kita melihatnya dari kacamata creator, maka lumut akan menghadiahi kita sebuah pemandangan yang eksotik. Selain itu, paling tidak ada empat manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh manusia, di antaranya: sebagai kompos alami, penyimpan cadangan air, pencegah banjir dan erosi, bisa dijadikan sebagai obat.
Bersahabatlah dengan lumut, dia akan memberimu hadiah kehidupan yang teduh dan merangsang imajinasi untuk berkreasi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar