Minggu, 30 Juli 2023

Dedari

DEDARI

Dedari,

Jika logika  tak mampu menentang  hasrat

Lalu, siapa yang bisa menahan magma, kecuali letusan?

Cintaku dalam radius pesonamu tak mungkin dijinakkan

Karena sia-sia meredam gejolak dengan akhlak

Saat takdir tlah mengkristal dalam prosesnya
Jiwaku tak mungkin tersesat menjelajah rimba hatimu

K’rena cinta melampaui peta akal budi

 Dedari,

Jika ilmu tak kuasa memasung emosi

lalu, siapa yang bisa nahan awan kelam, kecuali hujan badai?

Cintaku dalam  medan auramu tak mungkin dibelenggu

Karena sia-sia merayu gelisah dengan kaidah

Saat sejarah tlah tercatat  pada lembar kala

Jiwaku tak mungkin lelah arungi samudra birumu

k’rena rindu melampaui daya obsesi apapun

 

Dedari,

Jika naluri tlah menyatu dengan semesta

Lalu, siapa yang bisa menahan benih yang jatuh di habitatnya,

kecuali kehidupan ?

Cintaku dalam rahimmu tak mungkin dimandulkan

K’rena Sia-sia ingkari hukum kodrati dengan etika

Saat daya hidup t’lah menggeliat di antara dua hati

Sukmaku tak mungkin berhenti menari di cakrawala cintamu

k’rena kidung ilahi akan membimbing sukmaku menari-nari

 

Dedari,

meski nyata dan maya kini senada

lalu doa tahajutku menjelam puisi tutur-lakumu

maka, maknailah itu sebagai kekhusukan sembahyangku


Tidak ada komentar:

Posting Komentar