HIKAYAT RUMAH
Rumah
adalah panggung terakhir di mana sandiwara kita hentikan.
Tempat mengistirahatkan persona pribadi dari
khalayak.
Tempat melepas topeng kemunafikan yang membuat pengap jiwa
menelanjangi diri dari asesoris budaya
Sambutlah seadanya dirimu
Rumah bukan sekedar seonggok bangunan kaku, diam dan dingin
Dia layaknya individu yang memiliki ikatan emosional dengan penghuninya,
Tempat bebas bermain dengan riang gembira
menampung segala suka dan duka penghuninya.
Dia adala catatan harian kisah hidup penghuninya
Karena rumah adalah tempat hati berada
Rumah adalah lambang kesetiaan,
Harta pertama yang ingin dimiliki sepasang kekasih setelah menikah
Sebagai tempat ikrar kesetiaan dan kebersamaan diwujudkan
Menjalani hidup penuh cinta menanti buah hati
Karena Rumah tempat suci meneruskan generasi
Rumah
adalah tempat hati paling nyaman untuk bernaung
membuang letih selepas mencari nafkah atau
menuntut ilmu,
Saat jiwa terkapar ditikam persoalan hidup,
rumah menjadi tempat yang tenang untuk menangis
tempat proses penyembuhan hati dari penderitaan.
Rumah adalah tempat merayakan pencapaian prestasi
berbagi suka cita mencapai kesuksesan
Rumah adalah tempat perayaan paripurna
sebuah pencapaian dan prestasi
Saat kita penat dan lelah berkarya, rumah adalah
tempat penyembuhan
Rumah juga habitan yang subur untuk
membangun mimpi,
Saat kita menempuh perjalanan panjang,
rumah menjadi tempat tujuan pulang
Ini adalah rumah kami yang bapak dan ibu pejuangkan
untuk membangun keluarga yang hangat
Dibangun secara swadaya dibantu oleh kerabat dan tetangga.
Rumah Kecil sederhana tapi penuh harapan.
Berdinding
setengah tembok,setengahnya lagi gedeg.
Berlantai tanah.
Pelan-pelan
rumah itu tumbuh bersama tumbuhnya harapan
Kami merenovasi sendiri rumah itu. Bapak dan tiga anak-anaknya bujangnya
Meski tanpa pengalaman, dan pendidikan khusus, akhirnya kami bisa membangun seluruh dinding dengan tembok dan berlantai ubin.
Memiliki
beranda rumah tempat kami bersendagurau. Membangun taman dan tanaman didepan
rumah yang rindang dan asri
Secara fisik, rumah ini terasa sempit, tapi dengan hati yang damai para penghuninya,
rumah ini terasa luas, menghangatkan dan menyejukkan Semua karena cinta.
Rumah adalah tempat kita pulang

Tidak ada komentar:
Posting Komentar