Minggu, 30 Juli 2023

Hikayat Rumah

 HIKAYAT RUMAH

Rumah adalah panggung terakhir di mana sandiwara kita hentikan.
Tempat mengistirahatkan persona  pribadi dari khalayak.

Tempat melepas topeng kemunafikan yang membuat pengap jiwa

menelanjangi diri dari asesoris budaya

Sambutlah seadanya dirimu

 

Rumah bukan sekedar seonggok bangunan kaku, diam dan dingin

Dia  layaknya  individu yang memiliki ikatan emosional dengan penghuninya,

Tempat bebas bermain  dengan riang gembira

menampung segala suka dan duka penghuninya.

Dia adala catatan harian kisah hidup penghuninya

Karena rumah adalah tempat hati berada


Rumah adalah lambang kesetiaan,

Harta pertama yang ingin dimiliki sepasang kekasih setelah menikah

Sebagai tempat ikrar kesetiaan dan kebersamaan diwujudkan

Menjalani hidup penuh cinta menanti buah hati

Karena Rumah tempat suci meneruskan generasi

 

Rumah adalah tempat hati paling nyaman untuk bernaung
membuang letih selepas  mencari nafkah atau menuntut ilmu,

Saat jiwa terkapar ditikam persoalan hidup,

rumah menjadi  tempat yang tenang untuk menangis

tempat proses penyembuhan  hati dari penderitaan.

 

Rumah adalah tempat merayakan pencapaian prestasi

 berbagi suka cita mencapai kesuksesan

Rumah adalah tempat perayaan paripurna sebuah pencapaian dan prestasi
Saat kita penat dan lelah berkarya, rumah
adalah tempat penyembuhan

 

Rumah juga habitan yang subur untuk membangun mimpi,
Saat kita menempuh perjalanan panjang,

rumah menjadi tempat tujuan pulang


Ini adalah rumah kami yang bapak dan ibu pejuangkan

 untuk membangun keluarga yang hangat
Dibangun secara swadaya dibantu oleh kerabat dan tetangga.
Rumah Kecil sederhana tapi penuh harapan.

Berdinding setengah tembok,setengahnya lagi gedeg.
Berlantai tanah.

Pelan-pelan rumah itu tumbuh bersama tumbuhnya harapan
Kami merenovasi sendiri rumah itu. Bapak dan tiga anak-anaknya bujangnya

Meski tanpa pengalaman, dan pendidikan khusus, akhirnya kami bisa membangun seluruh dinding dengan tembok dan  berlantai ubin.

Memiliki beranda rumah tempat kami bersendagurau. Membangun taman dan tanaman didepan rumah yang rindang dan asri
Secara fisik, rumah ini terasa sempit, tapi dengan hati yang damai para penghuninya, rumah ini terasa luas, menghangatkan dan menyejukkan Semua karena cinta.

Rumah adalah tempat kita pulang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar