GONG PERALIHAN KEKUASAAN
Masa paling kritis dalam sebuah suksesi kepemimpinan adalah masa transisi kekuasaan, di mana pemimpin baru menunggu peralihan kekuasaan dengan pemimpin lama. Pemimpin lama masih memiliki legitimasi untuk bertindak sesuai dengan kewenangannya.
Semakin lama masa transisi, semakin besar potensi risiko penyalahgunaan kekuasaan. Demikian sebaliknya. Sementara, besarnya kewenangan sebuah kekuasaan sangat tergantung dari skala ukuran organisasi, perusahaan, atau negara yang dipimpinnya. Semakin besar kekuasaan, semakin besar kewenangan yang dimiliki seorang pemimpin. Demikian sebaliknya.
Setiap pemimpin jelas memiliki visi dan misi sehingga masa peralihan kekuasaan atau kepemimpinan adalah masa yang paling potensial terjadinya perubahan visi dan misi dari penguasa baru. Banyak pemimpin politik baru yang terpilih justru karena memiliki visi, misi, dan strategi yang berbeda dengan incumbent, bahkan ingin mengoreksi total kebijakan pemerintah lama. Pada organisasi baru yang belum matang, pergantian pimpinan bisa berdampak pada penurunan kinerja yang signifikan, terutama pada organisasi atau institusi bisnis keluarga, di mana personalisasi tokoh pendirinya identik dengan perusahaan itu sendiri sebagai sumber nilai (core value) terbentuknya budaya perusahaan (corporate culture).
Dampak terjadinya perubahan visi-misi sangat sistematis, terstruktur, dan masif, mengingat visi menduduki hierarki nilai tertinggi dalam sebuah organisasi atau institusi. Visi ibarat roh atau believe yang mengandung core value. Jika terjadi perubahan yang bersifat fundamental dalam suatu organisasi, tentu melibatkan sumber daya yang besar, perubahan peraturan SOP, perubahan strategi dan kebijakan, sampai dengan perubahan pemangku jabatan-jabatan strategis agar pelaksanaan visi-misi berjalan dengan efektif di tangan orang orang yang satu chemistry.
Dalam dunia politik, kelompok yang menang pemilu menghendaki agar pemimpinnya segera dilantik sementara kelompok lawan berusaha untuk mengulur-ulur waktu atau bahkan menghalang-halangi. Sebagai contoh, kasus peralihan kekuasaan dari Donald Trump kepada Joe Biden yang menimbulkan kerusuhan di mana para pendukung Donald Trump merangsek ke Gedung Capitol menyebabkan empat orang tewas. Demonstrasi itu dilancarkan untuk menggagalkan penetapan pemenang pemilihan Presiden AS, yaitu Joe Biden.
Pemenang pemilu ataupun pejabat baru yang ditunjuk tentu menghendaki agar peralihan kekuasaan dapat dilaksanakan tetap waktu dan tidak perlu ada penundaan agar bisa langsung bekerja memenuhi janji-janjinya. Di pihak pemimpin yang lama sebisa mungkin diperlambat untuk mencari peluang mempertahankan kekuasaan dengan tuduhan kecurangan yang dilakukan oleh pihak lawannya. Dua pendukung kelompok saling berhadap-hadapan karena bersikeras dengan pendapatnya masing-masing. Pelantikan bagi kelompok pendukung menjadi teramat penting untuk segera mengambil alih tampuk pimpinan. Semetara kelompok yang satu mencegah agar pelantikan ditunda atau dibatalkan menunggu keputusan kepastian hukum dari lembaga negara yang berwenang. Namun, pada level pemerintahan, semua sudah diatur dalam sebuah mekanisme yang jelas berupa undang-undang yang mengatur jadwal peralihan kekuasaan. Namun, intrik dan modus selalu muncul di masa transisi dan yang lebih keras terjadi di balik layar dalam bentuk silent operation, terutama dari pihak penguasa yang akan diganti dan lebih banyak terjadi di perusahaan bisnis dari berbagai level.
Yang paling sering terjadi di masa-masa kritis tersebut antara lain mutasi pejabat disertai dengan promosi jabatan. Percepatan persetujuan suatu proyek atau pekerjaan dengan anggaran besar yang sebenarnya belum jatuh tempo. Percepatan pembelanjaan bujet dari jadwal semestinya dan modus-modus lainnya. Walaupun pejabat yang baru dilantik oleh penguasa lama, bisa saja diganti lagi oleh pemimpin yang baru, tetapi itu akan menimbulkan pro dan kontra dan berpotensi menimbulkan kegaduhan serta membuang energi yang tidak perlu. Apalagi pencopotan memerlukan alasan yang kuat dan durasi waktu yang pantas.
Yang paling tragis dalam masa transisi adalah terjadi dualisme kepemimpinan antara pejabat existing yang tinggal tunggu hari, tetapi secara de jure masih berkuasa, dan calon penggantinya yang memiliki kepentingan dan tanggung jawab di masa mendatang. Kedua pihak memiliki kepentingan terhadap penggunaan sumber daya di masa kepemimpinannya dengan alasan untuk mewujudkan visi dan misinya.
Oleh karena itu, untuk menghindari terjadinya dampak buruk dari masa transisi, jangan berikan waktu terlalu lama. Peralihan kekuasaan harus segera dilakukan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya dengan sebuah pelantikan atau pemukulan gong atau kick off.
Di balik peristiwa pemukulan gong, ada sebuah rencana yang matang. Ada gagasan dan proposal-proposal, ada rencana implementasi, ada rencana kerja dan anggaran, ada tugas pokok dan fungsi, ada standard operating procedure yang telah disusun dan siap untuk dilaksanakan, ada orang-orang yang diberi tugas dan diberi target dan KPI yang harus dicapai, ada hak dan kewajiban. Semua itu perlu gong sebagai tanda dimulainya pekerjaan dan tanggung jawab. Setelah gong dipukul, maka hak dan kewajiban mulai diberlakukan. Kewenangan dan tanggung jawab mulai diterapkan. Semua pemangku kepentingan siap melaksanakan tugas pokok dan fungsinya.
Pada skala negara, sumber daya dan infrastruktur yang begitu luas dan powerful harus benar-benar dikelola oleh seorang pemimpin yang tepat, yang mendapat mandat dari rakyat, yang amanah, dan profesional. Sekali sumber daya negara dikuasai, seorang pemimpin menjadi sangat powerful untuk melakukan apa pun. Sumber daya negara yang sangat luar biasa itu antara lain: seluruh tentara/pekerja, keuangan, infrastruktur pemerintahan/perusahaan, aparat sipil, dan tentu semua produk hukum menjadi benar-benar sangat senjata untuk menggerakkan seluruh komponen bangsa/perusahaan. Oleh karena itu, pemberian kewenangan seorang pemimpin harus dilakukan dalam sebuah upacara resmi dengan pengambilan sumpah dalam bentuk pelantikan yang disaksikan oleh seluruh lembaga negara dan stakeholder untuk menjaga sakralitas dari amanah suci yang telah diberikan oleh rakyat. Itulah GONG tanda dimulainya seluruh sumber daya boleh digunakan dengan sebaik-baiknya.
Oleh karena itu, untuk menghindari terjadinya dampak buruk dari masa transisi adalah jangan berikan waktu terlalu lama masa transisi, peralihan kepemimpinan harus segera dilakukan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya dengan suatu acara yang sakaral baik secara hukum maupun secara spiritual.
Pelantikan adalah peralihan kewenangan dan tanggung jawab serta hak dan kewajiban. Dan yang tidak kalah penting adalah penyerahan wewenang secara sah penggunaan semua sumber daya negara atau oranisasi untuk mewujudkan visi dan misi organisasi dan sang pemimpin. Sejarah mencatat beberapa tragedi yang terjadi dalam masa peralihan kekuasaan, antara lain: peralihan kekuasaan dari penjajah Belanda kepada pemerintah RI.
Dalam dunia bisnis, setiap memulai sebuah event atau proyek besar, ada sebuah tanda kapan harus dimulai. Sebuah langkah awal menandai dimulainya argo berjalan, yaitu titik waktu mulai dihitung batas tanggung jawab bagi siapa pun pemangku kepentingan yang terlibat. Itu sebabnya gong pelantikan biasanya disertai dengan pembacaan sumpah didampingi rohaniwan di bawah kitab suci.
Namun, dalam perjalanan waktu, banyak pihak menganggap gong hanya seremonial belaka dan tidak memberikan manfaat. Memang seremonial jika tidak di-manage dengan baik akan menjadi project mercusuar yang menghambur-hamburkan uang. Namun, acara seremonial launching sebuah produk baru menjadi momen penting dan sangat krusial untuk membangun first impression yang baik bagi target market-nya sehingga menarik perhatian. Karena itu launching merupakan bagian dari strategi marketing yang sangat esensial dan bukan sekadar acara haha hehe dan foto-foto wefie atau selfie.
Jika masih ragu bahwa pemukulan “gong” atau pelantikan atau kick off itu hanya sebuah seremoni yang tidak esensial, coba bayangkan lomba lari, balap sepeda, lomba balap Formula1 atau MotoGP tanpa ada pengibaran bendera start atau finish. Apa yang akan terjadi?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar